Selasa, 17 Februari 2009

Senin, 12 September 2005 - 03:21 PM

Jayapura, Group band, Slank selain peduli perdamaian dengan seruan stop war melalui lagunya kalau berani satu satu pada setiap konser. Kelompok musik yang berbasis rock 'n roll dan blues ini juga peduli terhadap masalah sosial dengan mengkampanyekan peduli masalah HIV/AIDS.

Dalam setiap kemasan kaset album Satu Satu edisi suami-istri (bukan edisi biasa), memang disisipkan bungkusan berisi sebuah kondom, dimana gagasan ini muncul dari Bimbim dan Kaka. "Dalam album Satu Satu ini, setiap pembelian kasetnya dapat bonus berupa kondom," kata Bimbim, menjawab Cenderawasih Pos tentang kekritisan Slank terhadap permasalahan HIV/AIDS di Papua dalam jumpa pers di Hotel Tirta Mandala, akhir pekan kemarin, yang dihadiri seluruh personel Slank, Bimbim (drum), Kaka (Vokal), Ridho (guitar), Abdee (guitar) dan Ivan (bas).

Kaka menimpali bahwa dalam album Satu Satu bukan hanya memuat pesan perdamaian, tetapi juga Slank menyampaikan pesan moral, hubungan pasangan akan jadi lebih bahagia kalau terjadi antara satu laki-laki dengan satu perempuan, satu suami dengan satu istri berdasarkan cinta dan resmi atas agama.

Dari situ, lanjut Kaka, Slank terpikir untuk memberikan bonus kondom bagi pembelian kaset edisi Suami-Istri sebagai tanda bahwa mereka kini menganut kesetiaan kepada pasangan dan safe sex.

Sementara itu, pada bungkus kondom itu, pada aturan pakainya antara lain tertera kalimat-kalimat cuma boleh dipakai untuk yang sudah menikah dan hanya dipergunakan satu lawan satu dan untuk menghasilkan satu anak laki-laki dan satu anak perempuan.

Slank Tepati Janji

Janji Slank untuk mengoyang Jayapura benar-benar dibuktikan, super grup Indonesia ini membuat penonton yang memadati Papua Trade Center (PTC) berjingkrak selama kurang lebih satu setengah jam penampilan mereka Minggu (11/9) kemarin.

Ribuan penonton yang sudah memadati lapangan parkir PTC sejak pukul 14.30, langsung melonjak dan berteriak histeris ketika Grup yang diawaki Bimbim, Kaka, Abdee, Ivanka dan Ridho ini naik ke atas panggung.

Sedikitnya 20 lagu yang dibawakan oleh Slank seperti Virus, Harus Mau, Mawar Merah dan Terlalu Manis, bahakan yang membuat penonton lebih histeris lagi ketika Slank membawakan lagu berjudul Lembah Baliem. "Lagu ini kusus dipersembahkan buat Papua," ujar Kaka kepada penonton.

Grup yang sudah terhitung puluhan tahun malang melintang di dunia musik Indonesia ini benar-benar mampu membuat penonton terhibur, bahkan setiap lagu yang dinyanyikan selalu diikuti oleh Slanker nama bagi kumpulan pengemar grup ini. "Akhirnya terwujud juga keinginan Slank datang ke Papua ini, semoga ini merupakan awal yang baik, semoga Papua ini damai selalu," ujar Kaka ditengah penampilannya.

Satu kejadian menarik dilakukan Slank saat berada di atas panggung, setelah pembacaan teks proklamasi dari rekaman suara Presiden RI pertama, Kaka langsung menaikan bendera merah putih yang tergantung di pinggir panggung sejak awal pertunjukan.

Guyuran air pemadam kebakaranpun tidak menyurutkan semangat penonton, bahkan mereka semakin tambah berjingkrak, berkali-kali ribuan penonton ini meneriakkan nama personil Slank favorit mereka.

Konser ini akhirnya ditutup Slank dengan sebuah lagu berjudul Kamu Harus Pulang. "Kalian harus langsung pulang ke rumah, jangan ke Tanjung Elmo," terang Kaka mengakhiri.(bat/kar)

(sumber: cepos)

Tidak ada komentar: